|
|
Mobil Listrik Bakal Depak Mobil Konvensional
Rabu, 10 Maret 2010
Persediaan BBM di dunia ini semakin menipis. Efisiensi bahan bakar minyak harus ditingkatkan jika tidak bahan bakar fosil itu akan habis dalam waktu dekat.Pada saat itulah, mobil listrik akan mengambil alih peran mobil-mobil dengan mesin bensin biasa.Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Peralatan Transportasi Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Abdul Hapid kepada detikOto ketika ditanya mengapa tertarik mengembangkan mobil bertenaga listrik."Alasan utama menciptakan mobil bertenaga listrik adalah penghematan bahan bakar minyak dan menciptakan mobil ramah lingkungan," ucap Hapid.Apalagi Hapid beralasan jika mobil bertenaga listrik nantinya akan menjadi ujung perkembangan teknologi mesin kendaraan di dunia. Untuk itu LIPI pun sangat tertarik mengembangkan mobil bertenaga listrik."Ujung teknologi mobil itu nantinya sampai di tenaga listrik," ucapnya.Sementara dengan apa yang dikembangkan LIPI saat ini adalah suatu terobosan positif anak bangsa atas pilihan transportasi masyarakat Indonesia yang nantinya akan massive."Dan harapan tentunya bisa menjadi pertimbangan pilihan teknologi transportasi yang ramah lingkungan," imbuhnya.Namun sayangnya keberhasilan membuat mobil ramah lingkungan seperti mobil listrik atau hybrid acapkali kurang ditanggapi oleh Pemerintah Indonesia.Pemerintah seperti tutup mata dengan kenyataan jika anak-anak bangsa bisa sekreatif produsen mobil dunia lainnya meski mobil hybrid yang dibangun anak bagsa masih membutuhkan research and development (R & D) lebih dalam."Pemerintah kita belum fokus. untuk saat ini pemerintah lagi fokus lain seperti ke kasus Century," kata Kepala Pusat Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Adi Santoso.Padahal menurut Adi keberhasilan suatu produksi yang dilakukan di dalam negeri baik itu tergantung dari pemerintah."Biaya penelitian itu tidak sedikit dan sangat membutuhkan biaya yang banyak. Semua itu tergantung dari pemerintah,support atau tidak. Dan untuk saat ini kita sangat terseok-seok," tandasnya.Hatchback Hybrid buatan LIPI memakan dana yang tidak sedikit dalam pengembanganya yakni sekitar Rp 170 juta.Itu hanya untuk satu prototype saja, bagaimana kalau membutuhkan 2 hingga 3 prototype. Jelas sangat membengkak biayanya. Sangat disayangkan jika ide dan kresatifitas anak bangsa Indonesia kandas ditengah jalan."Namun dengan kejadian itu jelas kita tetap concern untuk mengembangkan mobil ramah lingkunganan kedepannya," ungkapnya.Banjarmasin Post,9 Maret 2010 » Kontak : Abdul Hapid
|
|
|